Batik Air Memperkenalkan Airbus 320-200 CEO IAE V2500 Turbofans Pertama

By Ahmad Rajendra


Nusakini.com--Jakarta--Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group mengumumkan penambahan 1 (satu) pesawat Airbus 320-200CEO (current engine option) beregistrasi PK-BKF. Pesawat jenis ini didukung IAE V2500, merupakan jenis mesin turbofan dua-poros high-bypass yang digunakan keluarga Airbus A320.

Airbus 320-200 PK-BKF melengkapi kekuatan armada yang saat ini dioperasikan Batik Air guna menjawab  tren pasar penerbangan musim ramai (peak season) pada periode liburan dan Lebaran 2022.

Tahapan Perawatan dan Pengaturan Pesawat

1.       Pengecekan Menyeluruh

Total 52 armada telah selesai menjalani pengecekan komponen pesawat dan dokumen  (ramp check) sehingga mampu mempersiapkan kebutuhan pasar penerbangan kategori layanan premium service airlines.

Secara konsisten menjalankan semua perawatan pesawat sesuai dengan program perawatan (approved maintenance program) secara berjadwal (schedule maintenance) dan tidak berjadwal (unscheduled maintenance).

2.       Sirkulasi Udara

Proses pengecekan sistem sirkulasi udara pada kabin, termasuk HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yang digunakan sebagai alat penyaring sirkulasi udara di dalam pesawat. Ketika melakukan proses tersebut, petugas telah diberikan pengetahuan mengenai keselamatan dan telah melakukan tes kesehatan.

3.       Sterilisasi dan Kebersihan Pesawat

Menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku. Area detail mencakup ruang kokpit, toilet (lavatory), dapur (galley), kompartemen bagasi, meja lipat pada kursi, sandaran kursi, penutup kursi bagian kepala (head cover), penutup jendela dan dinding kabin, karpet dan ruang kargo di bagian bawah kabin pesawat

4.       Rotasi Pesawat

Pengaturan pesawat berdasarkan rotasi (pergerakan) menurut frekuensi terbang, jam operasional  dan dinamika pasar. Pesawat utama yang dioperasikan dan sebagai cadangan dikelola menurut bandar udara utama (hub), sebagai berikut:

·         Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK)

·         Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya (SUB)

·         Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang (KNO)

·         Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam (BTH)

·         Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar (DPS)

·         Bandar Udara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan (BPN)

·         Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG)

·         Bandar Udara Internasional Sentani Jayapura (DJJ)

·         Bandar Udara Internasional Dominie Eduard Osok Sorong (SOQ)

Perawatan khusus untuk pesawat yang dipersiapkan sebagai cadangan (standby), sesuai ketentuan dari pembuat pesawat yang dikenal dengan prolong inspection.

Seluruh jenis pesawat yang ada merupakan bagian langkah strategis dalam menghadapi peak season sejalan:

1.       Memenuhi peluang pasar penerbangan kategori layanan “premium service airlines”

2.       Memperkuat jaringan penerbangan untuk durasi jarak pendek (short haul), jarak menengah (medium haul) dan jarak jauh (long haul)

3.       Menawarkan pengalaman baru bagi tamu (sebutan penumpang) saat terbang

4.       Menciptakan konektivitas domestik dengan pesawat berbadan sedang (narrow body)

5.       Mendukung program percepatan pemulihan perekonomian nasional melalui sektor angkutan udara dan pariwisata.

Semua armada akan dipergunakan dalam pengembangan bisnis yang dinilai mampu melayani berbagai rute yang sudah ada (existing), rencana penambahan frekuensi terbang, serta pembukaan rute baru domestik dan internasional dengan fokus mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan (safety first), kenyamanan serta sesuai pedoman protokol kesehatan.(rilis)